www.zejournal.mobi
Selasa, 27 Februari 2024

Mimpi Buruk AS, Perempuan Transgender Tembak Mati 6 Orang di SD Nashville

Penulis : Ian - Publica News | Editor : Anty | Selasa, 04 April 2023 16:29

Nashville - Bagaikan Rambo, Audrey Hale (28) berjalan masuk ke kompleks sekolah dasar The Covenant School di Nashville, Negara Bagian Tennessee, Amerika Serikat. Ia mengenakan rompi, menenteng dua senapan serbu, dan di pinggul kirinya terselip pistol.

Sekolah Kristen tersebut untuk siswa prasekolah hingga anak 11 tahun atau Sekolah Dasar. Hale masuk ke sekolah pukul 10.13 waktu setempat atau malam di Indonesia, dengan memecah panel kaca pada pintu masuk menggunakan gagang senapan.

Lorong sekolah sepi karena para siswa tengah belajar. Di depan pintu kelas yang tertutup, ia tiba-tiba melepaskan tembakan. Hale lalu menuju lantai atas dan melakukan hal yang sama.

Kepala Polisi Nashville John Drake mengatakan total enam orang tewas. "Tidak seorang pun yang ditembak di Sekolah Kovenan selamat," katanya kepada Washington Post, Selasa (28/3).

Keenam korban adalah tiga murid berusia 9 tahun, masing-masing Evelyn Dieckhaus, Hallie Scruggs, dan William Kinney. Lalu guru pengganti Cynthia Peak (61), penjaga sekolah Mike Hill (61), dan kepala sekolah Katherine Koonce (60).

Polisi yang datang 14 menit setelah menerima panggilan terpaksa menembak mati Hale karena berbahaya, ia bahkan membidik mobil polisi yang menyebabkan seorang petugas terluka.

Semula, polisi mengidentifikasi pelaku dengan kata ganti 'he' yang menunjukkan ia adalah pria. Namun beberapa saat kemudian polisi meralat dengan 'she' karena ternyata Hale perempuan --tepatnya perempuan transgender.

"Hale adalah wanita secara biologis, di profil media sosialnya ia menggunakan kata ganti laki-laki," ujar juru bicara Kepolisian Nashville.

Ketika menggeledah rumahnya, polisi menemukan lebih banyak lagi senjata. Ada juga foto-foto saat Hale masih pria. Ia rupanya alumnus sekolah tersebut. Polisi menemukan sebuah manifesto dan peta rinci sekolah. Hale telah merencanakan aksinya.

"Tidak ada catatan kriminal. Mungkin motif penembakan didasari 'kebencian' masa lalu," John Drake menjelaskan.

Sebelum melakukan aksinya, Hale mengirim pesan kepada temannya semasa di tim basket sekolah menengah melalui Instagram. Hale berbicara tentang 'tidak ingin hidup lagi dan hendak menjemput takdir'.

"Saya telah meninggalkan lebih dari cukup bukti. Tapi sesuatu yang buruk akan terjadi," kata sang teman menyampaikan pesan tersebut kepada News Channel5. Hale, ia menambahkan, jengkel dengan situasi gendernya dan pernah jadi bahan olok-olok.

Norma Hale, sang ibu, membenarkan anaknya menghadapi situasi sulit. "Saat ini sangat, sangat sulit," ujarnya kepada ABC News.

Aksi ala Rambo di Sekolah Kovenan ini merupakan penembakan massal ke-129 di AS pada tiga bulan pertama tahun 2023. Sebanyak 12 kasus diantaranya terjadi di sekolah.

Presiden Joe Biden menyebut penembakan itu sebagai 'mimpi terburuk keluarga'. "Kita harus berbuat lebih banyak untuk menghentikan kekerasan bersenjata," katanya.

Ia mendesak Kongres untuk mengesahkan undang-undang kontrol senjata yang lebih ketat. "Ini merobek komunitas kita, merobek jiwa bangsa ini," Presiden Biden menandaskan.


Berita Lainnya :


Anda mungkin tertarik :

Komentar

Kirim komentar anda dengan :



Tutup

Berlangganan Email

Dapatkan newsletter, kami kirimkan ke email anda

  


Keluar