www.zejournal.mobi
Minggu, 14 Juli 2024

Lelucon menjijikkan, Charlie Hebdo mengejek kecelakaan pesawat Rusia di Mesir

Penulis : Sputnik News | Editor : Admin | Senin, 09 November 2015 18:30

Majalah satiritis (yang suka menyindir) Perancis, Charlie Hebdo menerbitkan dua karikatur tentang kecelakaan pesawat penumpang Rusia di Mesir. Parlemen Rusia telah menyebut kartun tersebut sebagai hinaan terhadap kenangan dari para korban dari sebuah kecelakaan udara paling mematikan dalam sejarah Rusia, yang menewaskan 244 orang.

Pada hari Kamis, majalah tersebut menerbitkan dua karikatur dan sebuah candaan tentang kecelakaan udara di atas Semenanjung Sinai.

Salah satu gambar menunjukkan seorang jihadis dari ISIS dan puing-puing pesawat yang jatuh di sekelilingnya. Tulisan di bawahnya berbunyi “IS: Penerbangan Rusia mengintensifkan kampanye pembomannya”.

Pada gambar kedua, sebuah tengkorak dengan kacamata hitam, tergeletak di tanah di tengah-tengah bagian-bagian tubuh yang tercerai berai dan puing-puing dari pesawat tersebut, bertuliskan tentang bahayanya menggunakan maskapai penerbangan Rusia. Tulisan di bawahnya bertuliskan: “Bahaya dari sebuah anggaran maskapai penerbangan Rusia. Seharusnya saya menggunakan Air Kokain.”

Karikatur tersebut rupanya mengacu pada apa yang dikenal di Perancis sebagai urusan “Air Cocaine”, sebuah insiden di mana dua orang Prancis dituduh menerbangkan kokain seberat 680 kilo dari Republik Dominika ke Perancis.

Kedua karikatur tersebut telah disebut sebagai hujatan dan hinaan terhadap kenangan para korban dari tragedi yang mengerikan.

“Saya pikir ini adalah sebuah hujatan dan ejekan terhadap kenangan dari para korban tragedi itu. Seharusnya tidak ada media massa yang diizinkan untuk melakukan ini, tidak peduli genre nya,” kata Igor Morozov, anggota parlemen Rusia dan anggota parlemen Komite Rusia Urusan Luar Negeri.

“Menertawakan bencana yang terjadi di Sinai tidak dapat diterima. Berusaha untuk tetap original, Charlie Hebdo hanya menggunakan taktik kejutan. Ini memaksa seseorang untuk mengingat tragedi yang terjadi pada bulan Januari 2015. Saya rasa para wartawan mereka sendiri lah yang memprovokasi kekerasan,” kata Igor Morozov.

Charlie Hebdo dikenal atas penerbitan karikatur-karikaturnya yang kontroversial. Pada tanggal 7 Januari, kantor majalah tersebut di Paris diserang oleh kelompok bersenjata Islamis yang menewaskan 12 orang dan melukai 11 lainnya setelah Charlie Hebdo menerbitkan karikatur mengenai Nabi Muhammad.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova juga mengomentari karikatur-karikatur yang diposting di halaman Facebook nya dengan satu pertanyaan: “Apakah ada yang masih ‘Charlie’?”

Komen tersebut mengacu pada slogan ‘JeSuisCharlie’ (saya Charlie) dan kampanye hashtag yang tumbuh secara spontan setelah serangan yang terjadi pada bulan Januari. Kampanye tersebut digunakan untuk menunjukkan empati terhadap mereka yang tewas dalam serangan tersebut.

Zakharova juga menyebutkan karikatur Charlie Hebdo sebagai sebuah “provokasi yang jahat”.

Sebelumnya pada bulan September Zakharova juga mengomentari sebuah karikatur Charlie Hebdo lainnya mengenai kematian seorang anak Suriah.

“Anda tahu mengapa saya tidak JeSuisCharlie?” ia menulis saat itu. “Karena, menurut saya, mereka menipu baik kami dan diri mereka sendiri dengan menegaskan bahwa tidak ada topik terlarang untuk humor mereka. Jika benar seperti itu, maka kita bisa memahami karikatur dari kematian seorang anak Suriah (hanya mengertinya, namun tidak dapat menerima).”

“Tapi hanya dengan satu syarat – Jika hari beikutnya setelah penyerangan, mereka menerbitkan sebuah karikatur mengenai rekan-rekan mereka yang tewas.”


- Source : sputniknews.com

Anda mungkin tertarik :

Komentar

Kirim komentar anda dengan :



Tutup

Berlangganan Email

Dapatkan newsletter, kami kirimkan ke email anda

  


Keluar