www.zejournal.mobi
Senin, 25 September 2023

Jerman khawatir bahwa akan ada 1,5 juta pengungsi di tahun 2015, seruan untuk membatasi masuknya ke Uni Eropa

Penulis : RT | Editor : Admin | Senin, 05 Oktober 2015 07:06

Jumlah pengungsi dan imigran yang diperkirakan akan tiba di Jerman pada akhir 2015 telah melonojak di angka 1,5 juta jiwa, menurut surat kabar Bild yang mengutip sebuah laporan dari pemerintahan Jerman. Sementara para politisi mengatakan bahwa Uni Eropa harus mengambil tindakan cepat untuk membatasi angka ini.

Mengutip perkiraan pemerintah yang bersifat internal dan rahasia, salah satu surat kabar Jerman melaporkan bahwa para pejabat telah merevisi perkiraan mereka pada jumlah para pencari suaka/pengungsi dan imigran yang akan masuk pada akhir tahun ini.

“Tekanan-tekanan berimigrasi akan meningkat lebih lanjut. Kami sekarang memperkirakan adanya tujuh sampai sepuluh ribu penyebrangan ilegal di setiap harinya pada kuartal keempat,” Bild mengutip laporan tersebut. “Tingginya angka ini akan menimbulkan resiko dan menjadi sebuah beban berat bagi negara dan kota-kota.”

Jumlah pencari suaka ini merupakan sebuah rekor sepanjang masa, menurut Menteri-Presiden Bavaria, Horst Seehofer yang pada awal pekan ini mengakui ada 170.000 kedatangan pengungsi di wilayahnya pada bulan September saja. Menurut Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere masuknya pengungsi per hari baru-baru ini melejit hingga 10.000 orang.

Kemampuan Jerman untuk menerima dan menangani para pengungsi dan imigran bukanlah tidak terbatas dan kapasitas negara kini terikat erat dengan batasannya, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakannya dalam wawancara dengan ZDF pada hari Minggu.

Eropa harus siap untuk menerima para pengungsi, namun harus mampu untuk membantu setiap orang yang diterima pula, kata Schaeuble. Itulah sebabnya masuknya pengungsi yang datang ke Eropa harus dibatasi, menurut menteri Jerman tersebut.

Menteri keuangan tersebut juga mengatakan bahwa masuknya migrasi merupakan sebuah tantangan bagi negara-negara di Eropa yang tidak dapat diselesaikan di tingkat nasional.” Di atas semua ini kita harus menyelesaikan masalah dengan Turki. “Ini sangatlah menentukan,” kata Schaeuble.

Menteri Jerman tersebut bukanlah satu-satunya politisi Jerman dari koalisi yang berkuasa dan juga yang telah berbicara tentang perlunya untuk membatasi arus pengungsi yang datang di wilayah Uni Eropa.

“Saya percaya bahwa kami harus jujur berbicara tentang batas-batas kami, untuk menghentikan masuknya para pengungsi karena kami sudah berada pada batasan kami.” Kata Andreas Scheuer, Sekjen Uni Sosial Kristen (CSU) yang merupakan rekan koalisi Uni Demokratik Kristen (CDU) milik Angela Merkel.

Sementara itu politisi CSU, Stephan Mayer mengatakan kepada surat kabar Frankfurter Allgemeine Sonntagzeitung (FAS) bahwa “jika sebanyak pengungsi datang ke Jerman seperti dalam beberapa pekan terakhir ini, kami tidak punya pilihan lain selain untuk sementara berhenti menerima mereka dan untuk menutup perbatasan.”

Namun, Kanselir Angela Merkel menyatakan bahwa membangun pagar-pagar dan menutup perbatasan akan menjadi sia-sia, karena para migran dan pengungsi selalu menemukan jalan lain untuk masuk ke Eropa, dan menyerukan sebuah solusi inti bagi krisis ini termasuk untuk berurusan dengan alasan-alasan orang yang melarikan diri dari negara mereka.


- Source : www.rt.com

Anda mungkin tertarik :

Komentar

Kirim komentar anda dengan :



Tutup

Berlangganan Email

Dapatkan newsletter, kami kirimkan ke email anda

  


Keluar