www.zejournal.mobi
Sabtu, 13 Juli 2024

Korut Tindak Wanita Merokok di Depan Umum, Meruntuhkan Sosialisme

Penulis : Ian Publica News | Editor : Anty | Senin, 17 Juli 2023 10:50

Pyongyang - Dua wanita itu menyalakan rokoknya setelah makan-makan di sebuah resto di kota Sinuiju, Provinsi Pyongan Utara, yang berbatasan dengan China.

Usia keduanya pertengahan 30 tahun. Dari tampilannya mereka orang kaya --siapa lagi ada perempuan muda merokok di resto di Korea Urara?

Mendadak muncul polisi, meringkus keduanya. Di kantor polisi setempat, keduanya dipaksa meneken janji tidak akan merokok lagi --kapan pun dan di mana pun.

"Ini adalah penangkapan pertama setelah pemberlakuan larangan merokok bagi wanita, terlebih di tempat umum," kata sumber setempat kepada Radio Free Asia, Jumat (14/7).

Polisi menjatuhkan denda 30 ribu KPW (won Korut), setara Rp 497 ribu, seorang. Jika kepergok merokok lagi, keduanya akan didenda100 ribu KPW.

"Dan jika tertangkap untuk ketiga kali, mereka dipenjara di pusat kerja disipliner selama sebulan," warga tersebut menambahkan.

Korut menerapkan larangan merokok di muka umum pada 2020 bagi pria maupun wanita. Tahun ini ada tambahan: perempuan dilarang merokok di manapun.

Pengecualian hanya untuk sang Pemimpin Kim Jong-un. Pria 39 tahun itu sering terlihat mengepulkan asap saat kunjungan ke lapangan maupun rapat-rapat partai. Ayahnya Kim Jong-il dan kakeknya Kim Il-sung juga dikenal sebagai pengisap asap tembakau kelas berat --tiga generasi pemimpin Korut perokok.

Publik Korut tidak yakin larangan merokok di tempat umum ini efektif. Sejauh ini, polisi baru bisa melarang perempuan merokok. Sebuah kebijakan yang dianggap sangat seksis.

"Perempuan merokok dianggap mempromosikan budaya kapitalis dan memadamkan moral sosialis," sumber anonim tersebut menjelaskan.

Menurut Data Statistik Korut, pada tahun 2020 sebanyak 46,1 persen pria merokok. Sedangkan wanita nol persen. Namun belakangan banyak wanita sudah berani merokok di depan orang lain, itu sebabnya diberlakukan larangan keras kepada mereka.

"Sejak awal bulan ini, pihak berwenang telah menindak banyak perempuan yang merokok, terutama di kota," katanya.

Perempuan perokok umumnya adalah kelas elite. Mereka lebih modern, dan kaya tentu saja.

Yoon Bo-young, peneliti wanita dan masyarakat Korut di Universitas Dongguk, Korea Selatan, mengatakan merokok di kalangan wanita juga merupakan simbol pemberontakan terhadap sistem sosial yang menindas. Tindakan ini sebagai pelanggaran tabu.

"Dari sudut pandang itu, perempuan perokok harus diakui sebagai perempuan modern di Korea Utara. Ini adalah masyarakat di mana rambut harus diikat dengan rapi dan wanita harus mengenakan pakaian yang pantas," ujar Bo-young.

Dalam budaya Korea, baik di Selatan maupun Utara, merokok secara tradisional merupakan hobi laki-laki. Jika sekarang perempuan Utara berani merokok di depan umum, bisa dilihat sebagai pemberontakan ala sosisialisme.

"Dalam konteks itulah bisa dipahami Korut sangat represif terhadap perempuan perokok," Bo-young menegaskan.

Bagaimana dengan Kim Jong-un yang terang-terangan mengepulkan asap tembakau di muka umum --padahal ada larangan? Di Korut, aturan tidak berlaku bagi sang pemimpin. 


Berita Lainnya :


Anda mungkin tertarik :

Komentar

Kirim komentar anda dengan :



Tutup

Berlangganan Email

Dapatkan newsletter, kami kirimkan ke email anda

  


Keluar